Langsung ke Konten
Kembali ke Seri Wahyu
02 WAHYU 14

Episode 2 : Pemberitahuan Tentang Penghakiman

Seri Pengajaran Wahyu

Materi Pengajaran

Baca, renungkan, dan pelajari materi ini.

Bagikan

 Wahyu 14:6-7 (TB) Dan aku melihat seorang malaikat lain terbang di tengah-tengah langit dan padanya ada Injil yang kekal untuk diberitakannya kepada mereka yang diam di atas bumi dan kepada semua bangsa dan suku dan bahasa dan kaum, dan ia berseru dengan suara nyaring: "Takutlah akan Elohim dan muliakanlah Dia, karena telah tiba saat penghakiman-Nya, dan sembahlah Dia yang telah menjadikan langit dan bumi dan laut dan semua mata air." 

Wahyu 14:8 (TB) Dan seorang malaikat lain, malaikat kedua, menyusul dia dan berkata: "Sudah rubuh, sudah rubuh Babel, kota besar itu, yang telah memabukkan segala bangsa dengan anggur hawa nafsu cabulnya." 

Di dalam keterangan Alkitab di buku bagian belakang, Babel adalah nama samaran untuk kota Roma. Dan nubuatan ini akan digenapi nanti disaat masa 3 ½ tahun kedua kesusahan besar. Sudah rubuh Babel artinya kehancuran kota Babel, kota yang telah membuat Elohim begitu murka karna kota itu telah memabukkan segala bangsa dengan anggur hawa nafsu cabulnya. Saudaraku "hawa nafsu cabulnya" disini adalah arti rohani. Dihadapan Elohim gereja atau umatNya adalah istri Elohim, kekasih Elohim. Keinginan menyembah Bapa Yahweh adalah bukti cinta yang nyata bagi Bapa Yahweh, sedang penyembahan kepada ilah lain adalah seperti bentuk perselingkuhan di hadapan Bapa Yahweh, ini adalah ketidaksetiaan dan hujatan bagi Bapa Yahweh. 

Penyembahan ilah lain disini disebut dengan anggur hawa nafsu cabulnya karna penyembahan ilah lain ini sangat membuat mabuk umat Elohim, arti mabuk itu tidak sadar dan hal ini sangat membuat  Elohim cemburu. 

Wahyu 14:9-11 (TB) Dan seorang malaikat lain, malaikat ketiga, menyusul mereka, dan berkata dengan suara nyaring: "Jikalau seorang menyembah binatang dan patungnya itu, dan menerima tanda pada dahinya atau pada tangannya, maka ia akan minum dari anggur murka Elohim, yang disediakan tanpa campuran dalam cawan murka-Nya; dan ia akan disiksa dengan api dan belerang di depan mata malaikat-malaikat kudus dan di depan mata Anak Domba.  Maka asap api yang menyiksa mereka itu naik ke atas sampai selama-lamanya, dan siang malam mereka tidak henti-hentinya disiksa, yaitu mereka yang menyembah binatang serta patungnya itu, dan barangsiapa yang telah menerima tanda namanya."  

Seorang malaikat ketiga tampil dan berkata siapa yang menyembah binatang dan patungnya dan memakai tanda pada dahi dan tangannya akan disiksa dengan api dan belerang didepan malaikat malaikat kudus dan didepan Anak Domba sampai selama lamanya, artinya masuk neraka. Tentang binatang, patung dan tanda telah kita bahas di wahyu 13 sebelumnya. 

Wahyu 14:12 (TB) Yang penting di sini ialah ketekunan orang-orang kudus, yang menuruti perintah Elohim dan iman kepada Yeshua. 

Ayat 12 ini menerangkan syarat untuk selamat yaitu menuruti perintah Elohim artinya melakukan hukum Elohim atau hukum taurat dan iman kepada Tuhan Yeshua sebagai penebus saat seseorang tidak sempurna melakukan hukum taurat. Saudaraku bagi setiap orang yang alergi dengan hukum taurat saya mau beri sedikit penjelasan disini. Arti kata Torah atau Taurat dalam bahasa lbrani adalah instruksi atau perintah atau hukum. Jadi saat anda membaca tulisan taurat di Alkitab artinya adalah hukum Elohim atau perintah Elohim, dan dalam setiap perintah di hukum taurat dibawahnya tertulis ayat pendukungnya yang diambil dari keluaran, bilangan dan imamat. 

Yang mau saya tanyakan : siapakah orang yang berani mengganti hukum atau perintah yang dibuat Bapa Yahweh melalui tulisan jariNya ataupun pesanNya kepada Musa? Seberapa pangkat manusia itu sehingga berani melakukannya? Sering kali tulisan Paulus kepada umat di Korintus maupun umat di Galatia dipakai untuk mendukung pembatalan hukum taurat tanpa melihat tulisan Paulus kepada umat di Roma. Saya ambil contoh ayat: 

1 Korintus 7:18-19 (FAYH)  Misalnya, seseorang yang sudah dikhitan dalam upacara Yahudi sebelum ia menjadi orang Kristen, tidak usah merisaukan hal itu. Dan kalau ia belum dikhitan, tidak usah ia dikhitan. Sebab sama sekali tidak menjadi soal apakah orang Kristen dikhitan atau tidak. Yang penting ialah apakah ia menyenangkan Elohim dan menaati hukum-hukum-Nya atau tidak.           

Seringkali ayat ini  dipake iblis untuk menggoyangkan iman banyak orang kristen. Mereka hanya melihat kata yang tidak usah dikhitan tapi  tidak membaca utuh  kata  mentaati hukum hukumNya. Mereka ambil yang enak lalu bilang hukum taurat dibatalkan. Saudaraku, saat itu Paulus sedang menginjili orang yang sedang mau masuk kristen di kota Korintus dan mereka  berada dibawah tekanan para imam Yahudi yang saat itu sangat anti Tuhan Yeshua. 

Ibarat kata kalo saya menginjili orang  yang sangat kolot dengan pengajaran salah yang sudah dia terima saya harus pakai strategi dong, supaya bisa berhasil harus pelan pelan masuknya, nanti sesudah menerima sedikit ditambah lagi dan lagi sampai kebeneran disampaikan semuanya. Inilah kecerdasan Paulus. Tapi ayat ini dipakai iblis bagi mereka yang sering ragu ragu atau yang mau cari gampangnya saja, padahal ini adalah ayat untuk bayi rohani atau orang yang baru saja kenal dengan kebenaran, karena diakhir ayat inipun Paulus menekankan untuk taat kepada perintah Elohim. Kalo sudah terima Tuhan Yeshua dan percaya baru  diberi muatan tambahan, Yeshua menggenapi hukum taurat yang kita tidak mampu lakukan bukan yang tidak mau kita lakukan. Lalu dikenalkan apa isi hukum taurat. Jika semua ditumpahkan saat bayi rohani ya tidak ada yang selamat nanti, karna orang tidak mau mendengar. 

Ini diperkuat dengan tulisan Paulus kepada umat di Roma yang tidak kenal hukum taurat, Paulus mengingatkan untuk melakukan hukum taurat. 

Roma 2:13 (TB) Karena bukanlah orang yang mendengar hukum Taurat yang benar di hadapan Elohim, tetapi orang yang melakukan hukum Tauratlah yang akan dibenarkan. 

Roma 3:31 (TB) Jika demikian, adakah kami membatalkan hukum Taurat karena iman? Sama sekali tidak! Sebaliknya, kami meneguhkannya. 

Roma 2:14 (TB) Apabila bangsa-bangsa lain yang tidak memiliki hukum Taurat oleh dorongan diri sendiri melakukan apa yang dituntut hukum Taurat, maka, walaupun mereka tidak memiliki hukum Taurat, mereka menjadi hukum Taurat bagi diri mereka sendiri. 

Masakan Paulus plin plan, tentu tidak bukan. Paulus berbicara sesuai keadaan jemaat diwilayah itu karena dia menginjili bangsa Yahudi dan non Yahudi. 

Ada juga ayat yang membuat bingung, 

Efesus 2:15 (TB) sebab dengan mati-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya, untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diri-Nya, dan dengan itu mengadakan damai sejahtera,  

Untuk ayat ini mari kita buka terjemahan selain dari TB. 

Efesus 2:15 (FAYH) Dengan kematian-Nya Ia meniadakan permusuhan yang timbul di antara kita, karena adanya hukum-hukum Yahudi yang mengutamakan orang Yahudi dan menyisihkan orang bukan-Yahudi, sebab Ia mati untuk menghapuskan seluruh sistem hukum Yahudi. Kemudian kedua golongan yang bermusuhan itu dijadikan-Nya anggota-anggota tubuh-Nya sendiri. Dengan demikian, mereka dipersatukan menjadi satu manusia baru, dan akhirnya perdamaian pun tercapailah. 

Tidak ada kata membatalkan hukum taurat karena yang dimaksud disini adalah hukum tradisi Yahudi yang seringkali membuat perpecahan karna membuat orang Yahudi superior dari bangsa yang lain. Jadi hati hatilah dalam membaca firman dan jangan sampai anda tersesat, jikalau ketemu dengan ayat yang bertabrakan carilah terjemahan lain atau minta hikmat Roh Kudus. Firman TUHAN tidak pernah salah dan tidak pernah berubah, hanya pemahaman kita yang seringkali salah. Tetap rajin baca firman, maka pelan pelan Tuhan akan bukakan hikmatNya kepada kita. Amin 

Wahyu 14:13  (TB) Dan aku mendengar suara dari sorga berkata: Tuliskan: "Berbahagialah orang-orang mati yang mati dalam Tuhan, sejak sekarang ini." "Sungguh," kata Roh, "supaya mereka boleh beristirahat dari jerih lelah mereka, karena segala perbuatan mereka menyertai mereka." 

Ayat ini menyebut berbahagialah orang orang mati yang mati dalam Tuhan, mereka akan beristirahat dari  jerih lelah perbuatan mereka, karena upah mereka menyertai mereka. Ini adalah orang orang yang mewartakan kebenaran lnjil dengan sungguh sungguh bahkan sampai rela mati. Saudaraku mari mulai sekarang kita mengerjakan pekerjaan yang upahnya bisa menyertai kita sampai dibawa mati. 

Selesai Membaca

WAHYU 14

Episode Lainnya

Pelajari • Renungkan • Hidupi

Kiranya setiap pengajaran membawa kita semakin memahami kebenaran firman dan maksud Bapa Yahweh.