Langsung ke Konten
Kembali ke Seri Wahyu
03 WAHYU 20

Episode 3 : Hukuman yang Terakhir

Seri Pengajaran Wahyu

Materi Pengajaran

Baca, renungkan, dan pelajari materi ini.

Bagikan

Wahyu 20:11-12 (IMB) Lalu aku melihat takhta putih yang besar dan Dia yang duduk di atasnya. Bumi dan langit telah menghilang dari hadapan-Nya, dan tidak ditemukan lagi tempatnya. Lalu aku melihat orang-orang mati, kecil dan besar, berdiri di hadapan Elohim. Kemudian dibukalah semua kitab, juga sebuah kitab yang lain, yang adalah Kitab Kehidupan. Dan orang-orang mati dihakimi berdasarkan perbuatan mereka sesuai dengan apa yang tertulis dalam gulungan kitab-kitab itu.

Lalu Yohanes melihat tahta putih yang besar dan Dia yang duduk di atasnya. Bumi dan langit telah lenyap dan tidak ditemukan lagi tempatnya. Semua manusia berkumpul dihadapan tahta putih untuk menerima penghakiman yang terakhir, dan dibukalah semua kitab juga Kitab Kehidupan. Mereka dihakimi menurut perbuatan mereka apakah sesuai dengan apa yang tertulis dikitab itu atau tidak dan apakah nama mereka tertulis di Kitab Kehidupan atau tidak. 

Perhatikan ini, mereka dihakimi apakah perbuatan mereka sesuai dengan yang tertulis dikitab kitab itu, artinya yang selamat adalah yang melakukan firman. Mungkin ada yang berfikir dalam hati "apakah mungkin manusia bisa melaksanakan firman", itu kan sangat sulit, hati hati dengan pemikiran seperti ini ya, ini dari si jahat. Sebab Tuhan tidak pernah menyuruh manusia untuk melakukan hal yang tidak mampu dilakukan. Yang dihitung Tuhan itu  mau atau tidak mau.

Wahyu 20:13 (TB) Maka laut menyerahkan orang-orang mati yang ada di dalamnya, dan maut dan kerajaan maut menyerahkan orang-orang mati yang ada di dalamnya, dan mereka dihakimi masing-masing menurut perbuatannya.

Maka laut, maut dan kerajaan maut menyerahkan orang orang mati yang ada didalamnya. Artinya orang orang mati yang tidak masuk ke dalam firdaus mereka ada yang di laut, jurang maut dan di kerajaan maut.

Alkitab dengan jelas menggambarkan struktur dunia kegelapan, yaitu :

1. Pemerintah-pemerintah

2. Penguasa-penguasa

3. Penghulu-penghulu

4. Roh-roh jahat di udara

Efesus 6:12 "Karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara."

Tentang pemerintah-pemerintah diudara terbagi atas 3 pemerintahan yaitu :

1. Pemerintahan kerajaan maut dipimpin oleh Baphomet

2. Pemerintahan jurang maut dipimpin oleh Abadon (lbrani) atau Apolion (Yunani)

3. Pemerintahan laut dipimpin oleh Lewiatan (naga, si ular tua)

Dalam dunia kegelapan itulah dikenal istilah tritunggal, yaitu tiga penguasa yang sama-sama memerintah satu dunia, yaitu dunia kegelapan. Ketiganya setara atau satu level, yaitu penguasa. Masing-masing ada wilayah atau kerajaannya. Tetapi, karena luas lautan 70% bumi, maka dianggap penguasa laut itulah yang paling besar. Penguasa laut itu adalah naga, si ular tua, yaitu Iblis (Satan)

Ketiganya tertulis di lnjil:

1.Tentang Lewiatan si ular tua (penguasa laut)

Wahyu 13:1 "Lalu aku melihat seekor binatang keluar dari dalam laut, bertanduk sepuluh dan berkepala tujuh; di atas tanduk-tanduknya terdapat sepuluh mahkota dan pada kepalanya tertulis nama-nama hujat."

Yesaya 27:1 Pada waktu itu TUHAN akan melaksanakan hukuman dengan pedang-Nya yang keras, besar dan kuat atas Lewiatan, ular yang meluncur, atas Lewiatan, ular yang melingkar, dan Ia akan membunuh ular naga yang di laut.

2 .Tentang Baphomet (penguasa kerajaan maut)

Wahyu 13:11 "Dan aku melihat seekor binatang lain keluar dari dalam bumi dan bertanduk dua sama seperti anak domba dan ia berbicara seperti seekor naga."

3.Tentang Abadon (penguasa jurang maut)

Wahyu 9:11 (TB) Dan raja yang memerintah mereka ialah malaikat jurang maut; namanya dalam bahasa Ibrani ialah Abadon dan dalam bahasa Yunani ialah Apolion.

Apa tujuan mereka? Mengalihkan penyembahan manusia yang seharusnya kepada Bapa Yahweh, Sang Pencipta, beralih ke penyembahan kepada ciptaan Bapa Yahweh, yaitu para malaikat-malaikat yang telah jatuh.  Mereka ingin disembah seperti Elohim di sembah di sorga.  Ini adalah kebenaran bagi dunia. Maka berhati hatilah dengan agama yang kita anut, apakah benar benar Tuhan Pencipta yang disembah atau tidak.

Wahyu 20:14-15 (TB) Lalu maut dan kerajaan maut itu dilemparkanlah ke dalam lautan api. Itulah kematian yang kedua: lautan api. Dan setiap orang yang tidak ditemukan namanya tertulis di dalam kitab kehidupan itu, ia dilemparkan ke dalam lautan api itu. 

Lalu maut dan kerajaan maut dilemparkan kedalam lautan api inilah kematian yang kedua atau neraka. Dan setiap orang yang namanya tidak tertulis dalam kitab kehidupan dilemparkan ke lautan api. Jadi semua yang jahat yang najis, dimasukkan ke  neraka. 
Saya juga mau ingatkan orang orang yang memiliki pemikiran bahwa setelah mati semua selesai, tidak ada masalah dan berbahagia selamanya, tolong bukalah kitab wahyu 20 ini. Supaya setiap orang benar benar mengisi hari hari hidupnya didalam kebenaran sehingga bisa mati sebagai orang benar dan masuk firdaus bukan mati sebagai orang fasik/orang yang tidak melakukan kebenaran firman. 

Selesai Membaca

WAHYU 20

Episode Lainnya

Pelajari • Renungkan • Hidupi

Kiranya setiap pengajaran membawa kita semakin memahami kebenaran firman dan maksud Bapa Yahweh.