Materi Pengajaran
Baca, renungkan, dan pelajari materi ini.
Sebelum membahas wahyu 18 tentang jatuhnya kota Babel, saya mau ingatkan lagi tentang bencana yang menimpa bumi di wahyu 16. Tentang gempa dahsyat yang sampai membelah kota dan meratakan gunung dan kemudian Elohim ingat akan kota dengan segala dosanya.
Wahyu 16:18-19 (TB) Maka memancarlah kilat dan menderulah bunyi guruh, dan terjadilah gempa bumi yang dahsyat seperti belum pernah terjadi sejak manusia ada di atas bumi. Begitu hebatnya gempa bumi itu. Lalu terbelahlah kota besar itu menjadi tiga bagian dan runtuhlah kota-kota bangsa-bangsa yang tidak mengenal Elohim. Maka teringatlah Elohim akan Babel yang besar itu untuk memberikan kepadanya cawan yang penuh dengan anggur kegeraman murka-Nya.
Wahyu 18:1-2 (TB) Kemudian dari pada itu aku melihat seorang malaikat lain turun dari sorga. Ia mempunyai kekuasaan besar dan bumi menjadi terang oleh kemuliaannya. Dan ia berseru dengan suara yang kuat, katanya: "Sudah rubuh, sudah rubuh Babel, kota besar itu, dan ia telah menjadi tempat kediaman roh-roh jahat dan tempat bersembunyi semua roh najis dan tempat bersembunyi segala burung yang najis dan yang dibenci,
Ada seorang malaikat dengan kekuasaan besar turun dari sorga dan berseru kalo kota Babel yang besar itu sudah rubuh dan telah menjadi tempat kediaman roh roh jahat, roh najis dan burung burung yang najis.
Wahyu 18:3 (TB) karena semua bangsa telah minum dari anggur hawa nafsu cabulnya dan raja-raja di bumi telah berbuat cabul dengan dia, dan pedagang-pedagang di bumi telah menjadi kaya oleh kelimpahan hawa nafsunya."
Disini saya ingatkan kembali yang dimaksud percabulan adalah percabulan rohani, tentang perselingkuhan umat yang menyembah ilah lain selain Bapa Yahweh. Dan semua bangsa ikut dalam pengajaran penyembahan ilah lain ini, bahkan para pemimpin bangsa telah berbuat cabul artinya bersekutu dengan pengajaran babel. Karena pengikut mereka sangat banyak diseluruh dunia maka Babel menjadi kaya raya dari persembahan umatnya dan para pedagang yang berhubungan dengan Babel dalam segala keperluannya menjadi kaya raya.
Wahyu 18:4-5 (TB) Lalu aku mendengar suara lain dari sorga berkata: "Pergilah kamu, hai umat-Ku, pergilah dari padanya supaya kamu jangan mengambil bagian dalam dosa-dosanya, dan supaya kamu jangan turut ditimpa malapetaka-malapetakanya. Sebab dosa-dosanya telah bertimbun-timbun sampai ke langit, dan Elohim telah mengingat segala kejahatannya.
Ada suara lain dari sorga yang menyuruh umat Elohim pergi dari Babel, dari pengajarannya supaya tidak ikut ambil bagian dalam dosa dosanya yang sudah bertimbun sampai ke langit. Elohim itu menyayangi manusia dan terus mengingatkan hal ini sejak 2000 tahun yang lalu tapi manusia tidak mendengarkan peringatan Elohim dan masih berjubel ikut pengajaran Babel. Dosa agama Babel ini sudah bertimbun-timbun sampai ke langit dan Elohim mengingat segala kejahatannya! Ribuan tahun menyembah ilah lain dan ribuan nyawa orang orang kudus melayang dalam kejahatannya, sungguh Elohim sangat benci dengan dosa Babel yang luar biasa jahat dimata Elohim.
Yeremia 17:10 Aku, TUHAN, yang menyelidiki hati, yang menguji batin, untuk memberi balasan kepada setiap orang setimpal dengan tingkah langkahnya, setimpal dengan hasil perbuatannya."
Tapi tidak dengan dosa Babel ini saudaraku. Elohim akan membalasnya dosanya dua kali lipat! Hukumannya dua kali lipat dari dosanya di masa kesusahan besar nanti. Catat hal ini saudaraku...
Wahyu 18:6 (TB) Balaskanlah kepadanya, sama seperti dia juga membalaskan, dan berikanlah kepadanya dua kali lipat menurut pekerjaannya, campurkanlah baginya dua kali lipat di dalam cawan pencampurannya;
Wahyu 18:7-8 (TB) berikanlah kepadanya siksaan dan perkabungan, sebanyak kemuliaan dan kemewahan, yang telah ia nikmati. Sebab ia berkata di dalam hatinya: Aku bertakhta seperti ratu, aku bukan janda, dan aku tidak akan pernah berkabung. Sebab itu segala malapetakanya akan datang dalam satu hari, yaitu sampar dan perkabungan dan kelaparan; dan ia akan dibakar dengan api, karena YAHWEH Elohim, yang menghakimi dia, adalah kuat."
Elohim akan membalas dengan siksaan dan perkabungan sebanyak kemewahan yang telah dinikmatinya dan dalam kesombongannya dia selalu merasa paling nomer satu, ditakuti dan tidak butuh Tuhan, maka dalam satu hari semua segala malapetaka ditimpakan kepadanya: bencana, sakit penyakit, perkabungan, kelaparan bahkan dibakar dengan api karna yang menghakimi dia adalah Elohim yang sangat kuat yang sudah menahan kegeramanNya sangat lama. Pengajaran dari Babel itu sepertinya lurus tapi ujungnya maut, penyesatannya halus sehingga pengikutnya tidak menyadari, dan yang paling parah banyak pengikut dari Babel ini meski diberi tahu tentang penyesatan itu ada didepan mata, mereka tetap tidak mau mendengar. Mereka menjadi bisu dan tuli seperti patung yang mereka sembah. Maka YAHWEH sangat geram dengan penyesatan Babel dan membalas dosa mereka dua kali lipat.
Wahyu 18:9-10 (TB) Dan raja-raja di bumi, yang telah berbuat cabul dan hidup dalam kelimpahan dengan dia, akan menangisi dan meratapinya, apabila mereka melihat asap api yang membakarnya. Mereka akan berdiri jauh-jauh karena takut akan siksaannya dan mereka akan berkata: "Celaka, celaka engkau, hai kota yang besar, Babel, hai kota yang kuat, sebab dalam satu jam saja sudah berlangsung penghakimanmu!"
Para pemimpin negara dunia akan terkejut, menangisi dan meratapi saat mereka melihat asap api yang membakar kota Babel,dan saat itu terjadi mereka paham bahwa itu adalah hukuman dari Yang Mahakuasa. Dan mereka menjauh tidak berani mendekat lagi karna takut akan ditimpa dengan hukuman yang sama.
Wahyu 18:11-16 (TB) Dan pedagang-pedagang di bumi menangis dan berkabung karena dia, sebab tidak ada orang lagi yang membeli barang-barang mereka, yaitu barang-barang dagangan dari emas dan perak, permata dan mutiara, dari lenan halus dan kain ungu, dari sutera dan kain kirmizi, pelbagai jenis barang dari kayu yang harum baunya, pelbagai jenis barang dari gading, pelbagai jenis barang dari kayu yang mahal, dari tembaga, besi dan pualam, kulit manis dan rempah-rempah, wangi-wangian, mur dan kemenyan, anggur, minyak, tepung halus dan gandum, lembu sapi, domba, kuda dan kereta, budak dan bahkan nyawa manusia. Dan mereka akan berkata: "Sudah lenyap buah-buahan yang diingini hatimu, dan segala yang mewah dan indah telah hilang dari padamu, dan tidak akan ditemukan lagi." Mereka yang memperdagangkan barang-barang itu, yang telah menjadi kaya oleh dia, akan berdiri jauh-jauh karena takut akan siksaannya, dan sambil menangis dan meratap, mereka berkata: "Celaka, celaka, kota besar, yang berpakaian lenan halus, dan kain ungu dan kain kirmizi, dan yang dihiasi dengan emas, dan permata dan mutiara, sebab dalam satu jam saja kekayaan sebanyak itu sudah binasa."
Dan pedagang pedagang besar dibumi yang biasa menjadi langganan Babel menangis dan berkabung karna tidak ada yang membeli lagi dagangan mereka, ingat ya Babel itu sangat dipenuhi dengan kemewahan dari pakaian, hiasan hiasan, ruangan, makanan, kayu, gading, emas, perak, budak bahkan nyawa manusia, semua yang diingini akan dibawa kesana karna Babel itu sangat kaya dan termasuk pemegang finansial yang sangat kuat didunia maka sangat disegani para raja dan para pedagang.
Wahyu 18:17-19 (TB) Dan setiap nakhoda dan pelayar dan anak-anak kapal dan semua orang yang mata pencahariannya di laut, berdiri jauh-jauh, dan berseru, ketika mereka melihat asap api yang membakarnya, katanya: "Kota manakah yang sama dengan kota besar ini?" Dan mereka menghamburkan debu ke atas kepala mereka dan berseru, sambil menangis dan meratap, katanya: "Celaka, celaka, kota besar, yang olehnya semua orang, yang mempunyai kapal di laut, telah menjadi kaya oleh barangnya yang mahal, sebab dalam satu jam saja ia sudah binasa.
Dan setiap instansi atau perusahaan besar tingkat dunia yang memiliki hubungan kerja dengan Babel mereka berdiri menjauh dan berseru kota manakah yang sama dengan kota besar ini yang olehnya semua yang berhubungan kerja dengannya menjadi sangat kaya, dan mereka semua melihat dalam satu jam saja kehancuran sehancur hancurnya terjadi atas kota ini.
Wahyu 18:20 (TB) Bersukacitalah atas dia, hai sorga, dan kamu, hai orang-orang kudus, rasul-rasul dan nabi-nabi, karena Elohim telah menjatuhkan hukuman atas dia karena kamu."
Kalo saat itu dibumi banyak yang meratapi kehancuran Babel, berbeda dengan yang ada di sorga. Mereka yang disorga, orang orang kudus, rasul rasul, nabi nabi mereka bersukacita karena Elohim telah membalaskan darah mereka yang dulu berteriak sampai ke hadapan Elohim. Ya kota Babel telah membunuh ribuan orang benar, orang orang yang melawan pengajarannya dan umat kristen mula mula. Jadi mereka bersuka cita saat pembalasan ini dilakukan oleh Elohim.
Wahyu 18:21-24 (TB) Dan seorang malaikat yang kuat, mengangkat sebuah batu sebesar batu kilangan, lalu melemparkannya ke dalam laut, katanya: "Demikianlah Babel, kota besar itu, akan dilemparkan dengan keras ke bawah, dan ia tidak akan ditemukan lagi. Dan suara pemain-pemain kecapi dan penyanyi-penyanyi, dan peniup-peniup seruling dan sangkakala, tidak akan kedengaran lagi di dalammu, dan seorang yang ahli dalam sesuatu kesenian tidak akan ditemukan lagi di dalammu, dan suara kilangan tidak akan kedengaran lagi di dalammu. Dan cahaya lampu tidak akan bersinar lagi di dalammu, dan suara mempelai laki-laki dan pengantin perempuan tidak akan kedengaran lagi di dalammu. Karena pedagang-pedagangmu adalah pembesar-pembesar di bumi, oleh ilmu sihirmu semua bangsa disesatkan." Dan di dalamnya terdapat darah nabi-nabi dan orang-orang kudus dan darah semua orang, yang dibunuh di bumi.
Kemudian seorang malaikat perkasa mengambil sebuah batu besar yang bentuknya seperti batu penggiling, lalu melemparkannya ke dalam laut sambil berseru, "Babel, kota besar itu, akan dilemparkan seperti batu yang kulemparkan ini, dan ia akan lenyap untuk selamanya. Suara musik tidak akan terdengar lagi di situ—tidak akan ada lagi bunyi kecapi, seruling, dan trompet. Tidak ada lagi industri apa pun di situ; penggilingan gandum pun tidak ada. Pada malam hari kota itu gelap gulita; tidak akan ada sebuah lampu pun yang tampak. Tidak ada lagi keramaian pesta pernikahan dan suara kedua pengantin yang riang gembira. Sebab para pedagangnya adalah orang orang penting dibumi dan ia telah menipu semua bangsa dengan ilmu sihirnya.
Ia juga bertanggung jawab atas darah semua nabi dan orang kudus yang mati sebagai martir.
Selesai Membaca
WAHYU 18